Wrong Way

Turn back if u not sure !


Sedikit cerita dari pantauan selama beberapa minggu tentang perilaku orang disekitar tempat tinggalku dan cara mereka dalam mengasuh buah hatinya.
Sebenarnya tidak ingin aku tulis, namun terlalu sayang untuk diabaikan dan menguap begitu saja. Entah ini kabar baik atau kabar buruk buat yang membaca, namun  cerita ini sepenuhnya ditulis dengan maksud baik.

Awalnya sangat senang jika buat hati kita memiliki teman yang sepantaran atau seusia. ada teman main, ada teman berbagi, dan ada teman yang bisa diajak bertukar mainan apa yang kita dan dia miliki. Namun sayangnya, cerita itu terbalik dan jauh dari yang diharapkan manahakala mereka menerapkan cara yang berbeda dalam mengasuh buah hatinya dengan cara yang kita ajarkan untuk buah hati saya. Sebenarnya tidak ada yang salah dalam cara buah hati kita bermain, mereka berdua memiliki rasa penasaran yang sama, memiliki rasa ingin tau yang sama, memiliki rasa bermain yang sama Tetapi DIA TIDAK DIAJAKARAN untuk mengetahui mana yang milikinya, dan mana yang bukan. Nah loe, klo udah gini sering kali buah hati kita pasti di buatnya menangis karena berebut mainan.


Tidak ada yang salah dari cerita diatas mana kala pengasuh (atau orang tua itu sendiri) mau menegur dan memberi tahukan bahwa buah hatinya telah merebut mainan yang bukan milikinya. Namun kali ini tampaknya berbeda, kecuekkan pengasuhnya (atau orang tua itu sendiri) membuat saya enggan untuk bermain bersama. Hal itu menurut saya akan menjadi racun hati buat buah hati saya. Kegembiraan dan rasa berbagi berjalan tidak seimbang, Please STOP it ! you walk on the wrong way, wrong way for Your Child !

Menjadi pemenang dalam berebut mainan bukannya hal yang patut di banggakan. dan Anehnya ada orang tua yang bangga akan hal ini !


Saya cukup mengamati anak yang baru berusia 2 tahun ini di jejali dengan rentatan hal-hal yang tidak berguna. Parahnya, anak sekecil itu sudah diajarkan tentang hal-hal kekerasan oleh pengasuhnya. Saya cukup melihat dan tau tentang perilaku anaknya, tentang perilaku dia bermain dengan "orang-orang yang cukup berbahaya". Ah nak, kamu udah gak lucu lagi. Banyak kesalahan yang ingin rasanya aku print-out dan saya kasih ke orang tuanya.

So, please mom and ded. Ajakarkan hal-hal yang berguna buat buah hati kita, jangan biarkan kekosongan yg ada di diri kita sebagai orang tua berimbas ke buah hati kita. Saya memilih untuk menghidari orang-orang tersebut. Nafsu kita sebagai orang "dewasa" jangan sampai menular ke buah hati kita. Pandai-pandailah dalam memilih pengasuh buat buah hati kita. Salah pilih berarti racun buat buah hati kita.

Bagaimana dengan karakter anak teman bermain buat buah hati kalian ? Silahkan Berbagi.

0 komentar

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)